Tim Gabungan Reserse dan Kriminal Polres Pidie menangkap tiga bersaudara yang diduga pelaku tindak pidana judi bola (Sbobet) online di Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara, Pidie pada Sabtu (19 Desember 2020) sekitar pukul 11 ​​malam WIB , menjadi . 

Tiga bersaudara berinisial MY (34) dan MF (27) ini merupakan warga sekitar dan SH (31) warga Gampong Rhing Blang, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya. 

Kapolres Pidie, AKBP Zulhir Destrian, menuturkan Kapolres Ferdian Chandra, bahwa berdasarkan pemberitaan masyarakat, terdapat salah satu kios di lokasi ini yang kerap dijadikan tempat kolektor / agen pertandingan sepak bola online. 

(Sbobet) digunakan. Atas dasar informasi tersebut, pihak kepolisian melakukan seleksi dan observasi ke tempat yang bersangkutan. 

Setelah beberapa hari dilakukan pemantauan dan penyidikan, ternyata memang ada praktek perjudian online dengan taruhan bola online, ujar Iptu Ferdian Chandra di salah satu anteroaceh.com menerima pernyataan. 

situs qq online

Minggu (20 Desember 2020). Kemudian polisi melakukan penggerebekan dan mengamankan ketiga pelaku yang diduga sebagai operator judi. 

Polisi juga menyita laptop, empat ponsel, ATM atas nama pelanggar saya dan uang beberapa penjudi.

Kasat mengatakan, setelah pelaku mengaku berjudi online, maka harus dibuka situs judi online dengan rekening pelaku dan deposit harus dilakukan dengan mengirimkan Rp. 999 ribu dalam satu akun.

Bagi orang lain yang tidak memiliki rekening pribadi bisa memasang taruhan melalui rekening pelaku asalkan membayar pelaku dengan tarif 5.000 per taruhan, jelas Iptu Ferdian Chandra. 

Pelaku kemudian menggunakan laptop dengan dukungan jaringan hotspot seluler untuk mengakses situs judi dari ponsel masing-masing pelaku. 

Peran ketiganya adalah MEIN sebagai pemilik ruang usaha sekaligus sebagai agen dan kedua adiknya MF dan SH sebagai pekerja. 

Ketiganya juga memasang taruhannya sendiri di situs judi online tersebut. Ketiga para pelaku kini sudah kami amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut di Mabes Polri. Ketiga pelaku tersebut dijerat pasal 18 juncto Pasal 20 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 terkait hukum.


Sumber: anteroaceh.com