Ada banyak persepsi persepsi seputar aborsi. Terutama di Indonesia, aborsi menjadi sorotan karena hal hal seperti legalitas. Di antara kalangan masyarakat, aborsi pun menjadi topik bicara yang tidak sering dibawa. Namun, mayoritas dari masyarakat Indonesia sendiri menganggap bahwa aborsi adalah sesuatu yang tidak seharunya dilakukan. Mengenai isu ini sendiri, teman teman sekalian harus melihatnya dari dua sisi.

Selain alasan alasan wajar para wanita melakukan aborsi, ternyata ada juga kontra dari alasan tersebut. Alasan untuk tidak melakukan aborsi ini akan kita bahas dalam artikel yang satu ini.

Tapi, mungkin beberapa teman teman disini tidak terlalu mengerti dengan praktek yang disebut dengan aborsi. Praktek aborsi adalah melakukan operasi untuk menggugurkan dan mengeluarkan janin dari rahim sang ibu. Ada banyak alasan ini dilakukan dan menjadi solusi. Namun jika dilakukan secara ilegal, sang ibu dan juga dokter yang melakukan praktek tersebut bisa terancam dikenakan tindak pidana. Tindak pidana yang diterima juga berat, bisa bertahun tahun dipenjara. Jadi ada banyak hal yang menjadi pertimbangan sebelum aborsi bagi sang ibu.

Baca juga: How slots trick gamblers into losing more than they know

Pada tahun 2014, Indonesia pun mengeluarkan undang undang baru. Undang undang tersebut memberi aborsi legalitas dalam dua alasan. Alasan yang pertama adalah jika seorang ibu terancam nyawanya dan membutuhkan perhatian medis seperti aborsi. Dan yang kedua adalah alasan pemerkosaan. Jadi untuk korban pemerkosaan, aborsi sudah bisa menjadi alternatif yang diambil.

Dengan undang undang yang baru ini, para wanita Indonesia juga bisa lebih tenang saat menghadapi aborsi. Ini karena dulunya, ada banyak praktek illegal yang dilakukan oleh dokter. Beberapa diantara wanita Indonesia juga pergi ke luar negeri dimana aborsi di legalkan, seperti Thailand. Di negara tersebut lah seorang wanita melakukan praktek aborsi. Namun, masih banyak wanita di Indonesia melakukan pertimbangan sebelum aborsi tanpa mengetahui konsekuensinya.

Melanggar Hak Asasi Manusia

Saat melakukan praktek aborsi, seorang wanita hanya berpikir dan mencari solusi terbaik untuk dirinya sendiri. Namun, solusi tersebut sangat melanggar hak asasi manusia. Melakukan aborsi berarti sang ibu harus memutuskan untuk mengambil nyawa janin tersebut atau tidak. Secara manusiawi, ini seharusnya sesuatu yang tidak dilakukan oleh siapa siapa. Memutuskan untuk mencabut nyawa janin merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Studi menemukan, bahwa secara biologis, janin terbentuk sejak sel telur dari wanita itu di fertilisasi. Mengambil nyawa sang anak tersebut dianggap kejam bagi beberapa orang dan menjadi sesuatu yang tidak layak untuk dilakukan.

Selain melanggar hak asasi manusia, seorang janin yang berusia sekian minggu hingga bulan seharusnya tidak diambil nyawanya. Ada beberapa persepsi di masyarakat bahwa seorang janin yang tidak bersalah seharusnya tidak mati karena sesuatu yang ayahnya perbuat. Dan sebagai seorang manusia, kita harusnya tidak diperbolehkan untuk memilih apa yang terjadi dengan nyawa seorang manusia.

Merusak Rumah Tangga dan Kehidupan Sosial

Janin yang dikandung oleh seorang ibu sering kali dianggap telah menjadi seorang anggota keluarga. Dengan alasan ini, keputusan seperti aborsi pasti akan menjadi konflik yang ada dalam rumah tangga setiap orang. Mungkin dari sisi orang tua atau kerabat kerabat yang lainnya. Selain seorang ibu, ada banyak orang orang lain yang akan terpengaruh oleh keputusan yang diambil.

Mulai dari orang orang terdekat kita, mereka pastinya akan merasakan dampak sedih dan beban emosional dari praktek tersebut. Secara faktual, aborsi juga bisa merusak hubungan antara teman dan kerabat anda. Dengan alasan itu, pertimbangan sebelum aborsi pun harus dilakukan secara rinci.

Dampak Kesehatan Fisik

Saat melakukan aborsi, para wanita tidak mengetahui dampak dampak kesehatan yang akan muncul dalam jangka pendek dan panjang. Hal ini juga tidak terlalu dijelaskan secara rinci sebelum prosedur praktek aborsi dilakukan. Maka dengan itu, wanita harus memahami resiko yang diambil terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan yang permanen.

Beberapa dampak secara fisik yang tidak terlalu dibahas adalah pendarahan. Efek samping praktek aborsi seperti pendarahan ini sering terjadi pada wanita yang telah melakukan aborsi. Dalam jangka pendek, ada efek samping berupa mual, diare, dan juga keram. Namun pada jangka panjang, efek dari aborsi sangat berbahaya.

Pendarahan bisa terjadi pada wanita karena tubuh wanita tidak terbiasa dengan praktek aborsi. Tentunya setiap orang berbeda beda, tapi yang pasti muncul adalah beberapa efek samping yang tak terduga. Selain pendarahan, ada juga efek samping berupa infeksi, luka di dinding rahim, dan juga luka ke serviks. Jika tidak ditangani secara medis, semua ini bisa berujung ke kematian. Efek samping fisik seperti yang disebut ini haruslah menjadi pertimbangan sebelum aborsi bagi wanita.

Dampak Mental Aborsi

Selain dampak fisik, ada juga dampak mental yang bisa muncul. Studi dari American Pregnancy Association menemukan bahwa wanita yang mengalami aborsi akan punya dampak mental. Dampak mental yang dihadapi seperti depresi dan tingkat emosional yang berubah dengan cepat.

 Depresi adalah salah satu gejala yang dialami oleh wanita yang telah menghadapi aborsi. Depresi sendiri disebabkan oleh pilihan yang mereka telah ambil. Pastinya memilih nyawa seorang anak akan menjadi sesuatu yang sangat membebankan mental. Dalam menghadapi gejala depresi, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tersebut. Mencari pertolongan ke psikiater adalah salah satu solusinya. Jika tidak ditangani, depresi tersebut bisa berkembang dan menjadi masalah yang lebih lagi.

Setelah depresi, ada juga efek samping berupa stres. Stres tersebut disebabkan oleh pikiran yang terbebani oleh kesedihan dan kehilangan. Sering kali, seorang wanita yang telah menghadapi aborsi juga harus menghadapi orang disekeliling mereka. Tidak semua orang akan berpendapat yang sama. Itulah mengapa beberapa orang akan menentang dan menjauhi orang tersebut.

Penyesalan Yang Ditanggung Seumur Hidup

Saat menghadapi kehamilan yang tidak terencana, pastinya akan ada banyak tantangan yang muncul. Tidak mempertimbangkan sebelum aborsi akan menyebabkan penyesalan yang amat dalam. Pastinya tidak akan ada yang siap untuk menerima tanggung jawab menjadi seorang ibu secara mendadak. Namun, menerima dan membesarkan anak tersebut menjadi solusi bagi banyak ibu.

Salah satu hal yang akan menghantui seseorang seumur hidupnya adalah penyesalan. Banyak ibu ibu diluar sana ingin mempunyai anak, namun secara biologis tidak mampu mengandung. Dengan mengambil keputusan yang berani untuk menerima anak tersebut, seorang ibu akan lebih tenang dengan dirinya sendiri.

Inilah beberapa alasan mengapa aborsi bisa membahayakan dan mempunyai dampak yang buruk. Ada beberapa alternatif lainnya selain adopsi yang juga bisa menjadi solusi bagi wanita yang menghadapi konflik seperti ini.

Namun, jika tindakan aborsi tidak dapat dihindarkan, maka langkah terbaik adalah menggunakan klinik aborsi resmi dan profesional. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.