Macau memang terkenal sebagai kota judi setelah Las Vegas, Amerika Serikat. Ada beberapa kasino besar yang beroperasi di kota padat penduduk ini. Setiap harinya ratusan juta bahkan milyaran dolar Amerika diraup oleh masing-masing kasino di kota judi Macau.

Lantas, bagaimana nasib kota judi Macau pasca adanya pandemi Corona ini? Fakta mengatakan bahwa pandemi Corona membawa dampak besar pada hampir semua sektor bisnis di dunia. Salah satunya adalah bisnis judi yang sudah puluhan dekade beroperasi di dunia, termasuk di Macau.

Penutupan Kasino Di Kota Judi Macau Karena Virus Corona

Di kota judi Macau, sedikitnya ada 41 unit kasino besar yang terpaksa tutup karena sepi pengunjung. Ada juga beberapa kasino yang memang sengaja ditutup oleh pemerintah karena dikhawatirkan akan menjadi klaster baru penularan Covid-19. Ini menjadi salah satu usaha pemerintah untuk memerangi wabah virus Corona yang terus menyebar hingga sekarang.

Tentu saja penutupan kasino-kasino besar di Macau ini menjadi pukulan berat bagi perusahaan-perusahanaan pengelola yang sebagian besar berbasis di Amerika. Las Vegas Sands dan Wynn Resorts adalah contoh dua perusahaan pengelola kasino yang menderita kerugian paling besar akibat Corona.

Bersumber dari laporan berita di Macau, terdapat 10 orang yang menderita sakit dengan gejala mirip dengan gejala pneumonia. Salah satu dari kesepuluh pasien tersebut adalah pegawai hotel Galaxy Casino yang tak lain adalah salah satu kasino tersibuk di kota judi Macau.

Tidak ada kematian. Namun pemerintah setempat langsung mengambil tindakan pencegahan dengan cara menutup kasino tersebut untuk sementara waktu. Tindakan pencegahan yang sama juga diberlakukan di beberapa kasino sekitarnya. Meski sulit, pihak pengelola kasino menerima dampak ini.

Asal Mula Virus Corona Muncul di Cina

Kita semua tahu bahwa virus Corona pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Cina, tepatnya di pasar hewan. Penyebaran kasus infeksi Corona di Cina sempat melandai beberapa waktu yang lalu. Bahkan Cina pernah menyandang status negara dengan kasus corona 0 alias tak ada lagi kasus positif corona.

Sayangnya, tak lama lega dengan status tersebut, muncul satu, dua dan hingga kini ada ribuan pasien positif corona di Cina. Demikian juga di beberapa negara di sekitarnya seperti Korea Selatan dan Jepang.

Kota judi Macau sendiri menjadi salah satu kota dengan kasus corona yang tidak terlalu tinggi bila dibandingkan dengan kota-kota lain di Cina. Hanya saja potensi penularan tetap tinggi apabila fasilitas-fasilitas umum seperti pusat hiburan dan kasino di Macau tetap dibuka untuk umum. Ribuan pengunjung yang datang dan pergi akan menjadi media subur penularan virus yang setipe dengan virus influenza ini.

Akibat adanya wabah corona ini, pendapatan di kota judi Macau mengalami penurunan hingga 3.4 persen. Angka penurunan ini jauh lebih besar bila dibandingkan dengan penurunan pendapatan yang dialami oleh kasino-kasino di Kota Las Vegas.

Padahal, sudah beberapa tahun ini, dua perusahaan pengelola kasino terbesar di dunia, Las Vegas Sands dan Wynn Resorts, begitu mengandalkan cabang-cabang kasino mereka di Macau. Alhasil, tahun ini, mereka mengalami kerugian besar karena ada banyak kasino mereka yang masih belum beroperasi hingga sekarang.

Hal ini dibenarkan oleh seorang konsultan di bidang perjudian, Matthew Ossolinski. Ia mengatakan bahwa hanya dengan penutupan kasino selama dua minggu saja, kasino tersebut akan mengalami penurunan pendapatan sekitar 5 hingga 15 persen.

Meski rugi, dua perusahaan raksasa tersebut tetap mendukung tindakan penutupan bisnis kasino mereka. Dukungan ini disampaikan langsung oleh juru bicara salah satu perusahaan. Ini adalah bukti peduli perusahaan pada kesehatan para pegawai kasino, tamu,  dan keluarga mereka. Kesehatan tetap menjadi prioritas, bukan profit.

Kedua perusahaan juga tetap optimis bahwa Macau akan tetap menjadi angsa emas bagi mereka. Bisnis judi dan hiburan yang mereka geluti akan segera bangkit setelah wabah Corona selesai. Perusahaan berharap nantinya akan banyak turis, khususnya turis lokal, meramaikan kasino-kasino mereka.

Macau: Las Vegas versi Cina

Kota judi Macau saat ini menjadi salah satu destinasi wisata, terutama bagi turis mancanegara. Salah satu daya tarik dari kota ini adalah banyaknya pilihan destinasi wisata, mulai dari destinasi wisata belanja hingga destinasi wisata judi.

Padatnya arus kunjungan turis di kota ini membuat otoritas setempat membuka pelabuhan internasional dengan status akses bebas. ‘Pintu’ masuk yang baru ini kemudian menarik banyak investor terutama perusahaan-perusahaan pengelola kasino dari Amerika. Mereka  melirik Macau dan ingin menjadikan Macau sebagai ‘Las Vegas’ berikutnya.

Kota judi Macau memang didesain semirip mungkin dengan Kota Las Vegas. Bahkan untuk hal kecil seperti ikon miniatur Menara Eiffel pun dapat dijumpai di sini. Namun ada juga beberapa ikon khas Cina yang sengaja dipasang di sejumlah titik sebagai daya tarik wisata yang sangat khas. Sebut saja perahu dengan detail hiasan naga berlapiskan emas yang bisa Anda jumpai di Wynn Palace.

Baca juga: Destinasi Wisata Kota Judi Termegah nan Mempesona di Dunia